Minggu, 03 November 2013

Setahun Pemerintahan Jokowi, Buat Warga Jakarta Bangga

Diposting oleh Unknown di 02.35
Jakarta - Setahun setelah munculnya Pemerintah Jokowi-Basuki di Jakarta, mau tak mau harus diakui bahwa ada perubahan signifikan yang terjadi.
Seperti kesaksian Pengajar Komunikasi Politik di Program S1 dan S2 Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, selama bermukim di Jakarta sejak tahun 1978, baru setahun terakhir ini dirinya merasa "bangga" dengan Ibukota.

Walau masalah banjir, macet dan tingkat kriminalitas masih tinggi, namun setahun terakhir ini ada "penampakan" perubahan di wajah Jakarta.
"Harus diakui dengan jujur, ada begitu banyak perubahan yang terjadi di Ibukota selama setahun kepemimpinan duet maut Jokowi-Ahok," kata Ari di Jakarta, Senin (14/10).
"Wajah Tanah Abang dan Pasar Minggu yang begitu semrawut kini telah tertatan dengan baik. Armada busway juga semakin banyak walau masih kurang sebanding dengan jumlah penumpang. Kekumuhan di berbagai waduk kini juga mulai tertata apik," imbuhnya.
Menurutnya, ada satu hal yang patut diacungi jempol dari kepemimpinan Jokowi-Ahok yakni keteladanan. Dari Jokowi-Ahok, semua bisa melihat bahwa ada kesederhanaan yang bebas dari aturan seremonial, yang mau mendengar keluhan warga serta berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
"Mana ada tipe pemimpin seperti ini di republik kita? Blusukan Jokowi dan gaya ceplas-ceplos Ahok memang sangat dibutuhkan untuk mengurai keruwetan Jakarta yang selama ini terkesan dibiarkan," tandas Ari Junaedi.
Teladan Jokowi-Ahok lainnya yang layak dijadikan contoh pemimpin daerah-daerah lain bahkan oleh pemimpin nasional, menurutnya, adalah transparansi dalam kebijakan.
Sebagai contoh adalah program lelang jabatan untuk menjaring lurah dan camat berkualitas. Secara riil, hal itu akan mengikis segala bentuk penyimpangan yang selama ini berurat berakar di Pemda DKI.
"Karena pemimpinnya ogah korupsi maka anak buahnya juga akan takut walau masih saja ada yang berpola rezim lama seperti Lurah Ceger yang dicokok Kejaksaan atau Wakil Lurah Bidara China yang tertangkap sedang nyabu,"urai Ari Junaedi.
Di tengah krisis kepercayaan masyarakat atas maraknya politik dinasti, Ari menekankan bahwa lelang jabatan adalah sebuah terobosan yang bisa mendorong pengembalian birokrasi dan penyelenggaraan negara ke rel yang benar.
Ari juga memuji sepak terjang Jokowi-Basuki membela kaum miskin seperti terlihat dari program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat. Pasangan itu juga menolak pungutan pajak untuk warung tegal (warteg).
Dari situ, dia berkeyakinan Jokowi dan Ahok adalah sosok pemimpin nasional masa depan.
"Jakarta adalah bagian dari Indonesia, sehingga kita warga Jakarta harusnya ikhlas mewakafkan Jokowi jika suatu saat Jokowi menjadi Presiden mendatang," katanya.
"Untuk kepentingan nasional yang lebih besar, hendaknya kita merelakan Jokowi melakukan untuk Indonesia, tidak saja untuk Jakarta," bebernya.
Penulis: Markus Junianto Sihaloho/TK

0 komentar:

Posting Komentar

 

fatimah Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos